Sajak-sajak JaranirenG

**parodi kenangan masa kecil***

sore-sore
langit mendung
hujan turun rintik-rintik
daun-daun bergoyang dijatuhi tetes air hujan

bercelana pendek
sambil menenteng bola di ketiak
tak bersandal
jalan2 susuri genangan air di pinggir jalan

dingin
air hujan di sela-sela jari kaki
lumpur yang ikut menyusup
terbilas lagi dalam genangan air becek

di pinggir komplek
parit kecil mengalir
airnya bening sejuk

kubuat bendungan dari lumpur
untuk membenamkan semut-semut yang kukumpulkan

tiba-tiba kulihat anak asing dari sela-sela daun
dari balik pepohonan di belakang pagar kawat
bermain hujan
dibawah payung kebesaran
bendungannya yang lebih bagus dari punyaku
kakinya yang berlumpur
"uh payah anak cewek."
dengan iri kubergegas pulang ke rumah.


hujan semakin deras
aku terhenyak
bolaku ketinggalan!



(memphis, 7 desember 1998, 8:58pm)

KANGEN

Lekas-Lekas
aku nggak tahan

Cepat-Cepat
kesini datang

Jangan Terlambat/Sekarang Juga
Cepat Kemari/Isi Disini

‘Ah - Dada bernapas
tanpa udara

Hah - Tumit berpijak
bantal udara

Saraf mengambang
darah melayang

Angin terbalik
waktu terjungkir

Cepat-Cepat
datang kesini

Lekas-Lekas
– Duh’ terjerembab
Jantunge tibo ning katok

(jaranireng, 21/12/98)

Leave a Reply